10.11.13

Puisi Pahlawan


Ini dia beberapa puisi dari temen teman Bezper 2013 dalam rangka memperingati hari Pahlawan . Dan pahlawan di mata mereka pun berbeda-beda .



Soekarno
Oleh : Pras
 

Hari telah mati
Eaktupun tak lagi menepati janji
Kami bangsa yang pasti mati
Di genggaman orang-orang tak punya hati
Hai ! Kami bukan bangsa mati !
Kami punya harga diri lihat perlawanan kami
Tanggal 6 Juni
adalah anugrah dari sang illahi
Embun pagipun menyambut
Matahari  menandakan bangkitnya bangsa
Fajar di hari ini memberak tanpa ragu
Ini dia “makna tangisan anak manusia”
Sebagaimana biasanya ia tumbuh dan berkembang
Di lingkungan yang membuatnya terangsang  untuk menang
Makanpun jarang, waktu bersenang-senang seakan mengarang
Tetapi jantung tak pernah berhenti bergenderang
Tanda mulai perang
Kau lah putra sang fadjar
Pembebas belenggu bangsa dari kata mati
Biar darah dan keringat kami menjadi bayaran
Kemerdekaan kami







(    JALANG       )





Oleh : N. Indah S.R. (Bzp’13)
Ia berteriak
Ia tersenyum Ia menangis
Dalam derasnya hujan, teriknya matahari dan putaran badai

Terkadang, airnya mengalir dikeningnya
Bercucuran disetiap porinya
Terkadang pula
Air itu bersarang diujung matanya
Tetapi tetesan itu jauh melewati lekukan wajahnya
Tetapi tetesan itu berhenti di ujung wajahnya

Senyuman itu seketika menghapus tetesannya
Namun luka itu masih terasa perih di hatinya
Beban itu masih terasa berat dipundaknya
 Ia tertunduk diam
Batinnya mulai bicara
Beradu,bergelut

Adakah yang peduli tentang perasaannya?
Mereka hanya memaki , melihat sebelah mata
Tak tau rasanya dihina, dikucilkan ,berlari kesana kemari
Merayu lelaki dijalanan

“mereka tak tahu”

Perjuangannya sungguh besar
Berjuang demi sesuap nasi
Demi orang-orang disekitrarnya, hidupnya
Ia pahlawan yang selalu diHINA


 


Ketek Putih
Oleh : Jakaria Febrian (Bzp’13)

Hanya seekor monyet putih
Jelek rupanya, terkutuk wujudnya
Ditempat yang terasingkan
Dia bertahan hidup
Ditempat terasingkan, dia mampu

Dikala dia dijauhkan
Dia buktikan
Betapa besarnya dia
Tanpanya suatu cinta sejati tak ada
Tanpanya juga berarti tanpa cerita








Sampah
Oleh : Abdullah Syukur (Bzp’13)

Sampah, sungguh aroma sampah
Tampak tak indah
Melihatnya saja aku gundah
Membuat diriku dirinya penuh amarah

Tertutup lalat, namun lain halnya lebah

Parah, sungguh parah
Dengan pakain tak berkerah
Dengan kaki penuh darah dan nanah
Di tengah terik kau tampak gerah

Air keringat bercucuran sudah
Sapu tangan terus kau perah
Melewati keringnya aspal curah
Kau hantui jajaran rumah
Tanpa cukup kau terima upah
Namun tetap kau jalani saja

Tanpa ada keluh kesah
Seiring waktu terus berputar
Kau tampak begitu sabar
Jalani hari lewati pasar

Tak pernah kau gampang wajah gusar
Dengan gerobakmu kau tak pernah gentar
Dengan sapumu kau tampak kekar
Kau pahlawanku yang pintar
Kaulah pahlawanku yang tegar






Demi Kemerdekaan
Oleh             : Shabillah dan Qisti (Bzp’13)

Ada satu cerita tentang masa lalu
Yang dulu selalu berjuang dan mengharumkan nama bangsa
Nama mereka sampai saat ini selalu teringat
Di memori akan sebuah kisah perjuangan
Dimana harkat dan martabat bangsa dipertaruhkan

Satu kata yang akan selalu diingat akan perjuangannya
Yaitu demi Kemerdekaan Indonesia




Perjuangan dibalas setan
Oleh : Rizal Andina (Bzp’13)

Kutulis semua kehidupan
Mengingatkanku atas perlawanan
Mereka yang lebih dahulu tiada
Meninggalkan keabadian
Bahkan kenyataan

Hanya mengejar satu kata
Kata sacral merubah segalanya
Kata yang mampu menggetarkan dunia
Yang membuat nyawapun berharga
Hanya kata “merdeka”

Tapi apa sekarang
Hanya nikotin perusak yang meradang
Perjuangan sudah terlupakan
Kasus tikus putih yang terabadikan
Di dalam semua bacaan

Pahlawan hanya ungkapan
Bagi mereka yang berjuang
Kisahnya yang terabaikan
Dengan dunia kehidupan
Dalam cahaya yang terlupakan

Tumpahan darah jaman dulu
Dibalas nista sekarang
Dengan hati para setan
Para kerah putih menyesatkan
Perusak bangsaku



HARI PAHLAWAN
Oleh : Lila Oki Aridini (Bzp’13)

Suatu Hari yang semakin lama terasa semakin tak berarti
Suatu hari yang semakin lama semakin terlupakan
Suatu hari yang semakin lama dianggap tidak penting
Pahlawan…
Satu kata yang hanya ada dalam cerita
Cerita yang mengharumkan sebuah nama
Cerita tentang sebuah kebanggaan
Cerita yang sekarang hanya menjadi kenangan
Dan kemudian terlupakan

…………………………….
Oleh : Estri Puspitasari (Bzp’13)

Lebih dalam setiap senyum itu
Terdiam sendu dalam alunan gelap malammu
Dibalik senyummu teduhkanku
Terbayang kala waktu dulu
Ajarkan selalu kata tiara dalam hidup
Kekuatan kasihmu pulihkan jiwa yang gorah selalu
Dan berdiri tegak pada duniamu

Masih jelas kulihat pesonamu
Yang menemani dewasaku
“terimakasih ibu”
  

Wanita Hebat
Oleh : Ryan Munendita (Bzp’13)

Kelembutan dan kekuatan
Itulah yang kau berikan
Pagi buta kau terbangun siapkan segala keperluan
Siang hingga senja kau kais nafkah kehidupan

Kau masih habiskan waktu , untuk anak tercinta

Hai wanita hebat
Kasihmu selembut sutramu
Tenagamu bagai baja
Setelah apapun dirimu saat ini
Kau masih miliki cinta tuk anak-anakmu
  

Pahlawan
Oleh : Imam Brahmana (Bzp’13)

Hari kesepuluh ,Bulan kesebelas
Hanyalah sebuah ketetapan

Tapi dibalik itu semua
Hanya satu kata
“Pahlawan”

Perjuangan bertahun tahun
Hanya mendapat sebutan “Pahlawan”

Tak perlu berkata-kata, tapi perlakuan
Tak perlu janji-janji, tapi pembuktian
Sebagai “Pahlawan”
  


PERJUANGAN PAHLAWAN
Oleh :  Liya Suryani (Bzp’13)



Dahulu merekalah orang-orang yang tak pantang menyerah
Dahulu merekalah orang-orang yang rela berkorban
Dahulu merekalah orang-orang yang memperjuangkan negeri ini

Semangat mereka sangat membara demi kemerdrkaan negeri ini
Nyawa adalah sebagai taruhan

Mereka tidak pernah takut dengan segala rintangan yang menghalang
Asalkan negeri ini “Merdeka!”

Sekarang sudah merdeka
Tapi belum merdeka karena banyak rakyat sengsara
Sekarang sudah merdeka
Tapi belum merdeka karena kemiskinan dimana-mana





“!”
Oleh : Fitra S (Bzp’13)

Langkahnya selalu membuat bergetar
Dalam setiap benaknya, selalu ada kejutan
Kehadirannya membuat insane menjadi terdepan

Kini ia telah tiada
Banyak yang rindu akan kehangatannya
Ia adalah inspirasi tanpa duanya
Raga dan jiwanya mungkin menghilang
Tapi ia selalu menjadi kebanggaan

Semoga doa selalu terpanjatkan
Untuknya sang pahlawan
Yang terkenang dalam setiap hayat
Yang selalu membuatmu tersadar
dan selalu kau ingat dalam hatimu
 











PAHLAWAN
Oleh : Khaznaul Azka (Bzp’13)

Sepuluh November
Orang orang mengenangmu
Sepuluh November
Orang-orang memujimu
Kebebasan ada karena perjuangan

Rasa takut
Lelah
Sakit
Tak pernah hirau
Berani
Pantang menyerah
Rela berkorban
Itulah sifat

Negeri ini mencintaimu
Negeri ini menyayangimu
Kaulah pahlawan
Abadi sampai nanti







 

No comments:

Post a Comment

silahkan masukkan komentar. pesan, saran maupun kritik untuk BEZPER tercinta