19.12.12

MUSIK INDIE

---IndIE a.k.a INDIEPENDENt---

Indie??? Apa sih Indie??? Maksudnya???
Indie berasal dari kata Indiependent, yang artinya merdeka, bebas dan semaunya. Sesuai dengan pengertiannya, para pelaku musik indie memiliki ideologi bermusik yang semau gue, ngga semau elo.
Tidak terikat dan tidak merasa diikat dengan apapun. Asal mula kata independent menjadi indie bermula dari tabiat anak-anak muda Inggris yang suka memotong kata agar mempermudah pelafalan informal seperti; distribution menjadi distro, british menjadi brit, dsb. Di balik pemendekan kata independen itu kemudian terkandung sebuah definisi kontekstual indie yang menjadi basis pergerakan subkultural. Sehingga sejak masa itu tidak sembarang makna independen secara umum bisa diasosiasikan dengan indie. Namun hingga kini pun orang awam masih sering salah paham dengan menyamakan makna indie dalam wacana (2) dengan independen dalam wacana (1). Kenapa disebut indie? Sebab akhir 70-an hingga awal 80-an merupakan masa pancaroba dari musik punk ke arah post-punk dan orang Inggris kala itu mulai menggunakan istilah tersendiri guna menjuluki kecenderungan musik punk yang semakin pop, yakni: indie.

Tokoh dibalik Musik Indie..
Akar-akar Indie bermula ketika subkultur pop underground di Inggris yang berevolusi antara era punk hingga post-punk selama periode 1977 s/d 1986. 1977 ditandai oleh “Nevermind the Bollocks”-nya Sex Pistols dan 1986 melalui dirilisnya kaset kompilasi C86 yang menjadi bonus majalah New Musical Express (NME). Secara awam, “Nevermind the Bollocks” adalah icon kejayaan punk. Namun bagi musisi underground Inggris, album Sex Pistols tersebut justru menjadi batu nisan bagi perlawanan punk yang sesungguhnya. Mereka menganggap irama punk sudah menjadi terlalu klise. Karena itulah mereka kemudian mulai mengolah referensi dari soul, folk, pop, dub, dan berbagai sound yang selama itu dianggap sebagai musik lunak.
Sampai tiba di awal tahun 90-an. Band apa yang paling kita ingat saat itu? Tentunya Nirvana. Pada tahun 90-an band-band underground mendapat kontrak rekaman dengan label-label besar, salah satunya adalah Nirvana. Nirvana hadir dengan albumnya ‘Nevermind’ dan menjagokan single ‘Smells Like Teen Spirit’ pada tahun 1991. Nirvana terasa lain karena berani hadir dengan perbedaan, mungkin dengan lirik yang nihil namun ekspresi yang benar-benar mengena di jiwa anak muda.  Semacam pencerahan dan kesadaran baru dalam bermain musik, termasuk untuk band-band di Indonesia.

INDIE DI NUSANTARA..
PAS Band bisa dikatakan indie band Indonesia yang meraih sukses. PAS merilis EP   secara indie sampai akhirnya label-label besar menawarkan kerja sama. Mereka punya fan base yang kuat karena mereka mulai dari bawah dan punya struktur yang kuat. Selain itu ada juga band-band lain misalnya Pure Saturday dan masih banyak lagi.
Selanjutnya deretan nama seperti Puppen, Shaggy Dog, Superman Is Dead, Rocket Rockers, Superglad, dll mencuri perhatian para penikmat musik.  Beberapa band seperti The S.I.G.I.T, The Upstairs, The Brandals, The Milo, Bangku Taman, Efek Rumah Kaca, Teenage Dead Star, Seek Six Sick, The Adams, White Shoes And The Couple Company, dan Goodnight Electric mendapatkan tempatnya di hati para penikmat musik.

9.12.12

Lukisan pensil : Cara belajar melukis adalah memaksakan diri


            Cara belajar melukis adalah memaksakan diri. Kita tau pelajaran melukis adalah pelajaran yang sulit di jelaskan dengan kata-kata, cara paling simple untuk menjelaskan adalah “terus melukis dan belajar sendiri” saat ada pertanyaan yang tak mampu kamu jawab,disinilah saatnya kita bertanya pada teman,atau pada dunia sekitar namun saat tak menemukan cara dan jawaban yang kita harapkan,kita akan kembali lagi pada diri sendiri karena kadang-kadang teman yang kita Tanya sebenarnya sudah menjawabnya tapi sulit di pahami dan di terima pemahaman kita, nah kalau sudah begini mending tidak usah banyak piker, kita mulai saja dengan praktek,praktek,dan praktek.
            Cara belajar melukis yang paling mudah dan terbukti adalah dengan cara memaksakan diri..haha..mengulang ulang..nikmati rasa putus asa dan semangat yang jatuh bangun,awalnya semuanya ini memang butuh paksaan pada dasarnya kita ini banyak yang pemalas..terutama bagi laki2..itu yang saya rasakan. Mending tidak usah banyak pikir..kita mulai saja dengan praktek,praktek,dan praktek..cara belajar melukis yang paling mudah dan terbukti adalah dengan cara memaksakan diri, kita bertanya pada teman,atau pada dunia sekitar namun saat tak menemukancara dan jawaban yang kita harapkan,kita akan kembali lagi pada diri. praktek,praktek,dan praktek.. cara paling simple untuk menjelaskan adalah “terus melukis dan belajar sendiri” dengan cara memaksakan diri.
            Cara belajar, bisa belajar langsung sama pelukis, dari buku-buku, browse di internet, yang pasti apapun cara belajar melukis. Harus Melukis Tiap Hari, itu kuncinya. Tiap sketsa yang dibuat, atau tiap warna yang ditoreh adalah pengalaman yang akan terus naik, jika konsisten. Jangan terpaku pada hasilnya harus bagus. Tapi bagaimana membuat suatu lukisan, misalnya gambar kartun itu menjadi bagus, tentu menurut kaidah seni yang standarnya susah katanya. Tapi tetap saja memiliki standar standar tertentu tentang keindahan, semisal, fokus, keseimbangan warna, komposisi, dll penting dalam belajar melukis.
            Perbanyak sketsa lukis, kalo anda baru mulai, sketsa apapun target diri anda misalnya sehari 20 lembar sketsa pinsil. Ini berguna untuk keberanian tangan anda kelak, apapun aliran melukis. Kemudian pahami warna, banyak buku-buku yang menerangkan tentang warna.
1. warna netral, hitam dan putih.
2. warna primer, biru, merah, kuning
3. warna skunder, hijau (campuran dari biru dengan kuning) orange (merah dengan kuning) ungu (biru dengan merah) warna primer, jika ketiganya diaduk, menjadi cokelat. warna skunder, jika ketiganya diaduk, menjadi abu-abu.

            Kemudian ada warna opposite, di mana antara kedua warna ini memiliki nilai kontras yang tinggi, tetapi bila dicampur menghasilkan warna gelap yang cukup asyik, yaitu antara kuning dengan ungu, biru dengan orange dan merah dengan hijau. ok dari segala cara apapun, yang terbaik dan termudah, adalah HARUS MELUKIS TIAP HARI, meski satu/dua jam. Perbanyak komunikasi dengan Tuhan, karena Dia Maha Indah. Dan dunia lukis memerlukan kesabaran dan perjuangan yang teguh dan konsisten.
            Bagi pelukis pemula kebanyakan agak kesulitan ketika melukis wajah sebab wajah menggambarkan isi pikiran atau isi hati seseorang misalnya orang sedang senyum, marah, benci, dendam, cemberut, senang dan sebagainya.
            Menggambar atau melukis foto wajah selain sebagai hobi dapat juga berguna untuk pengembangan kemampuan visual dalam menggambar sebuah objek yang realis, seperti objek manusia atau objek tiga dimensi lainnya dalam bidang dua dimensi.
            Terdapat dua macam menggambar foto wajah; yang pertama yaitu memindahkan wajah dalam foto ke bidang gambar semirip mungkin dan yang kedua memindahkan wajah dalam foto ke bidang gambar hanya dengan mengambil esensi dari wajah yang akan digambar. Pada kasus yang pertama dibutuhkan kemampuan visual yang cermat serta pengetahuan dasar mengenai anatomi wajah manusia. Sedangkan pada kasus yang kedua selain memiliki kamampuan visual dan pengetahuan anatomi wajah, juga dibutuhkan kemampuan membaca karakter dari objek.

Berikut ini beberapa cara melukis wajah dengan pensil :
1. Tentukan Tema
            Ketika anda hendak melukis wajah anda harus memastikan wajah yang anda gambar, apakah wajah senyum, cemberut, dan sebagainya. Selain itu tentukan wajah yang anda lukis itu apakah lak-laki atau perempuan apakah orang dewasa, remaja atau anak-anak. Jika anda sudah menentukan tema lukisan anda maka anda tinggal menggunakan insting melukis anda.

2. Pilih Model
            Misalnya jika anda hendak melukis orang yang sedang sedih, maka anda harus mencari seorang model yang bisa berakting wajah yang bersedih. Maka anda harus bisa menjalin komunikasi yang baik dengan model anda.

3. Buat Seketsa
            Membuat seketsa ini sangat penting agar wajah yang anda gambar bisa akurat. Buatlah seketsa wajah terlebih dahulu terutama di bagian dahi, alis, mata, hidung, mulut dan pipi. Sebab di bagian-bagian itulah yang bisa menggambarkan perasaan sesorang.

4. Perhatikan Obyek
            Untuk mempermudah proses penggambaran, sangat dianjurkan untuk membiasakan mata kita melihat objek yang akan digambar, dalam hal ini foto wajah yang akan digambar.  Peletakan objek yang akan digambar juga sebaiknya berdekatan atau seolah-olah berdekatan dengan bidang gambar.  Arah mata kita harus selalu berpindah-pindah dari bidang objek ke bidang gambar.

DEFINISI TEATER DAN SEKILAS PANDANG TENTANG PROSES PRODUKSI PERTUNJUKKAN



Teater berasal dari kata Yunani kuno “theatron” yang secara harfiah berarti gedung, tempat pertunjukkan, panggung maupun pusat persembahan.
·         Secara etimologis: Teater adalah gedung pertunjukkan atau auditorium
·         Dalam arti luas: Teater adalah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak
·         Dalam arti sempit: Teater adalah drama, kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas dengan media: percakapan, gerak, dan laku didasarkan pada naskah yang tertulis ditunjang oleh dekor, musik, nyanyian, tarian, dsb.

Teater sebagai cabang seni dari seni sastra dan seni pertunjukkan pada umumnya tidak hanya berurusan dengan estetika panggung saja. Namun, gagasan yang hendak dituangkan dalam teater merupakan refleksi aktual sebuah pemikiran atau sebagai media refleksi pergulatan manusia dalam menciptakan, menumbuhkan, dan mempertahankan pengetahuan serta nilai positif (Sumardjan, 1981).

Teater dan drama, memiliki arti yang sama, tapi berbeda ungkapannya. Teater berasal dari kata yunani kuno "theatron" yang secara harfiah berarti gedung/tempat pertunjukan. Dengan demikian maka kata teater selalu mengandung arti pertunjukan/tontonan. Drama juga dari kata yunani “dran” yang berarti berbuat, berlaku atau beracting.  Drama cenderung  memiliki pengertian ke seni sastra. Didalam seni sastra, drama setaraf dengan jenis puisi, prosa/esai. Drama juga berarti suatu kejadian atau peristiwa tentang manusia. Apalagi peristiwa atau cerita tentang manusia kemudian diangkat kesuatu pentas sebagai suatau bentuk pertunjukan maka menjadi suatu peristiwa Teater.  Kesimpulan teater tercipta karena adanya drama.

Proses Teater merupakan sebuah proses organisasi (bentuk kerja kolektif; di mana segala macam orang dengan segala macam fungsinya tergabung dalam suatu koordinasi yang rapi,dan juga mencakup juga pengertian sampai batas-batas yang sentimentil), seperti hal nya diri manusia itu sendiri, atau layaknya seperti sebuah negara. Keberhasilan suatu pertunjukan teater dapat juga sebagai keberhasilan suatu seni organisasi; baik organisasi penyelenggaraannya (panitia produksi) maupun segi seni-seninya (penyutradaraan, penataan set, permainan, musik dan unsur-unsur lain).
Berikut ini contoh elemen dari sebuah grup teater dalam mengadakan sebuah produksi.
- Pimpinan Produksi
- Sekretaris Produksi
- Keungan Produksi / Bendahara
- Urusan Dokumentasi
- Urusan Publikasi
- Urusan Pendanaan
- Urusan Ticketing atau karcis
- Urusan Kesejahteraan
- Urusan Perlengkapan

- Sutradara
- Art Director / Pimpinan Artistik
- Stage Manager
- Property Master
- Penata Cahaya
- Penata Kostum
- Penata setting
- Perias / Make Uper
- Penata Cahaya
- Penata Musik
Setiap elemen memiliki tugas sendiri-sendiri dan sudah seharusnya untuk bertanggungjawab penuh atas tugas itu (secara profesional). Sebagai contoh seorang urusan pendanaan, ia harus memikirkan seberapa besar dana yang dibuhtuhkan? Dari mana dana itu didapatkan. Begitupula seorang Sutradara yang bertanggung jawab atas pola permainan panggung; (akting pemain, cahaya, bunyi-bunyian, set, property dan lain-lain).
Jikalau kita memandang elemen dalam grup teater, ada kesamaan dengan elemen dalam tubuh kita sendiri; setiap organ tubuh memiliki fungsi sendiri, tetapi saling berhubungan dan tergabung dalam fungsi yang sempurna. Teater ibarat laboratorium kehidupan itu sendiri.

 “Teater akan menjadi tempat yang indah bagi orang-orang yang mabuk dan kesepian, Teater merupakan sebuah tindak budaya, Teater bukanlah tempat untuk melarikan diri ataupun untuk mencari perlindungan”.
-Peter Brook-

jenis-jenis tari


Tari Tradisional ><
Tari tradisional adalah tari yang berkembang di daerah tertentu yang berpijak dan berpedoman luas pada adaptasi kebiasaan turun-temurun dan dianut oleh masyarakat pemilik tari tersebut. Tari tradisional dibagi menjadi dua macam, yaitu :
Tari tradisional klasik
Ciri-ciri tari tradisional klasik adalah sebagai berikut.
1.    Pola-pola gerak sudah ditentukan.
2.    Memiliki nilai seni yang tinggi
3.    Gerak yang diciptakan melampaui kebutuhan minimal yang dibutuhkan oleh konteksnya.
4.    Tumbuh dan berkembang dari kalangan bangsawan.
5.    Ukuran-ukuran keindahannya melampaui batas-batas daerah.
Contoh → Tari Bedaya Ketawang dari Jawa Tengah.

Tari tradisional folkasik (tari rakyat)
Ciri-ciri tari tradisiomal folkasik (tari rakyat) adalah sebagai berikut.
1.    Pola-pola gerak sangat ditentukan dengan konteksnya, sehingga tari rakyat biasanya memiliki tema tertentu.
2.    Bersifat sosial dan memiliki nilai seni yang sedang.
3.    Perbendaharaan geraknya terbatas sekadar cukup untuk memberikan aksen kepada peristiwa-peristiwa adat yang khas dari suku bangsa yang bersangkutan.
4.    Berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
5.    Terbatas pada wilayah adat tertentu.
Contoh → Tari Tayub dari Jawa Tengah.
Tari Kreasi ><
Tari kreasi merupakan tarian yang diciptakan setelah masa jaya tari keurseus sekitar tahun 1945-an. Tari kreasi adalah tari yang memiliki ciri gerak yang tidak lagi mengikuti pola-pola dan ramuan-ramuan yang menetap. Tari kreasi berasal dari tari tradisional yang sudah dkembangkan.
Contohnya Tari Oleg Tambulilingan dari Bali dan dan Tari Kipas dari Sumatra. Tari kreasi dibagi menjadi dua macam, yaitu :
Tari modern
Ciri-ciri tari modern adalah sebagai berikut.
1.    Pola-pola gerak yang lebih bebas tetapi masih memperhatikan keindahan.
2.    Gerak yang digunakan masih memberi penekanan pada gerak yang tumbuh dari gerak tari tradisional.
3.    Masih tetap berada dalam kerangka tradisi tari suatu suku bangsa.
Contoh → Tari Merak dari Jawa Barat.

Tari kontemporer
Ciri-ciri tari kontemporer adalah sebagai berikut.
1.    Pola-pola geraknya lebih bebas dari tari modern.
2.    Gerak yang digunakan tidak lagi mendasarkan pada gerak tari tradisional.
3.    Tata tari diciptakan sesuai suasana saat itu.
Contoh →  tari ciptaan Boy G. Sakti, Tom, Ibnur, Sardono W. Kusuma.

13.11.12

SEJARAH MUSIK


SEJARAH MUSIK DUNIA

PERKEMBANGAN MUSIK DUNIA TERBAGI DALAM ENAM ZAMAN :
1.Zaman Abad Pertengahan
Zaman Abad Pertengahan sejarah kebudayaan adalah Zaman antara berakhirnya kerajaan Romawi (476 M) sampai dengan Zaman Reformasi agama Kristen oleh Marthen Luther (1572M). perkembangan Musik pada Zaman ini disebabkan oleh terjadinya perubahan keadaan dunia yang semakin meningkat, yang menyebabkan penemuan-penemuan baru dalam segala bidang, termasuk dalam kebudayaan. Perubahan dalam sejarah musik adalah bahwa musik tedak lagi dititikberatkan pada kepentingan keagamaan tetapi dipergunakan juga untuk urusan duniawi, sebagai sarana hiburan.
Perkembangan selanjutnya adalah adanya perbaikan tulisan musik dan dasar-dasar teori musik yang dikembangkan oleh Guido d’ Arezzo (1050 M)
Musik dengan menggunakan beberapa suara berkembang di Eropa Barat. Musik Greogrian disempurnakan oleh Paus Gregorius.
Pelopor Musik pada Zaman Pertengahan adalah :
1. Gullanme Dufay dari Prancis.
2. Adam de la halle dari Jerman.
2. Zaman Renaisance (1500 – 1600)
Zaman Renaisance adalah zaman setelah abad Pertengahan, Renaisance artinya Kelahiran Kembali tingkat Kebudayaan tinggi yang telah hilang pada Zaman Romawi. Musik dipelajari dengan cirri-ciri khusus, contoh nyanyian percintaan, nyanyian keperwiraan. Sebaliknya musik Gereja mengalami kemunduran. Pada zaman ini alat musik Piano dan Organ sudah dikenal, sehingga munculah musik Instrumental. Di kota Florence berkembang seni Opera. Opera adalah sandiwara dengan iringan musik disertai oloeh para penyanyinya.
Komponis-komponis pada Zaman Renaisance diantaranya :
1. Giovanni Gabrieli (1557 – 1612) dari Italia.
2. Galilei (1533 – 1591) dari Italia.
3. Claudio Monteverdi (1567 – 1643) dari Venesia.
4. Jean Baptiste Lully (1632 – 1687) dari Prancis.
3. Zaman Barok dan Rokoko
Kemajuan musik pada zaman pertengahan ditandai dengan munculnya aliran-aliran musik baru, diantaranya adalah aliran Barok dan Rokoko. Kedua aliran ini hamper sama sifatnya, yaitu adanya pemakaian Ornamentik (Hiasan Musik). Perbedaannya adalah bahwa musik Barok memakai Ornamentik yang deserahkan pada Improvisasi spontan oleh pemain, sedangkan pada musik Rokoko semua hiasan Ornamentik dicatat.
Komponis-komponis pada Zaman Barok dan Rokoko :
A. Johan Sebastian Bach
Lahir tanggal 21 Maret 1685 di Eisenach Jerman, meninggal tanggal 28 Juli 1750 di Lipzig Jerman. Hasil karyanya yang amat indah dan terkenal:
1. St. Mathew Passion.
2. Misa dalam b minor.
3. 13 buah konser piano dengan orkes
4. 6 buah Konserto Brandenburg
Gubahan-gubahannya mendasari musik modern. Sebastian Bach menciptakan musik Koral (musik untuk Khotbah Gereja) dan menciptakan lagu-lagu instrumental.
Pada akhir hidupnya Sebastian Bach menjadi buta dan meninggal di Leipzig
B. George Fredrick Haendel
Lahir di Halle Saxony 23 Februari 1685 di London, meninggal di London tanggal 14 April 1759. Semasa kecilnya dia sudah memperlihatkan bekat keahlian dalam bermain musik. Pada tahun 1703,ia pindah ke Hamburg untuk menjadi anggaota Orkes Opera. Tahun 1712 ia kembali mengunjungi Inggris. Hasil ciptaannya yang terkenal adalah ;
1. Messiah, yang merupakan Oratorio (nama sejenis musik) yang terkenal.
2. Water Musik (Musik Air).
3. Fire Work Music (Musik Petasan).
Water Musik dan Fire Work Music merupakan Orkestranya yang paling terkenal. Dia meninggal di London dan dimakamkan di Westminster Abbey.

4. Zaman Klasik 91750 – 1820)
Sejarah musik klasik dimukai pada tahun 1750, setelah berakhirnya musik Barok dan Rokoko.
Ciri-ciri Zaman musik Klasik:
a. Penggunaan dinamika dari Keras menjadi Lembut, Crassendo dan Decrasscendo.
b. Perubahan tempo dengan accelerando (semakin Cepat) dan Ritarteando (semakin lembut).
c. Pemakaian Ornamentik dibatasi
d. Penggunaan Accodr 3 nada.
Komponis-komponis pada Zaman Klasik antara lain :
1. Frans Joseph Haydn (1732 – 1809),
Lahir di Rohrau Austria, ia meninggal tanggal 31 Mei 1809 di Wina Austria. Karya ciptaannya yaitu : Sonata Piano, 87 buah kuartet, 24 buah opera, 100 buah simfoni, yang paling terkenal adalah The Surprisse Sympony. Dalam sejarah musik, Joseph Haydn termashur sebagai Bapak Simfony yang mewujudkan bentuk orkes dan kuartet seperti yang kita kenal sekarang. Di Wina ia diakui sebagai Komponis Austria yang handal.
2. Wolfgang Amandeus Mozart (1756 – 1791)
Lahir pada tanggal 27 januari 1756 di Salzburg Austria, meninggal tanggal 5 Desember 1791 di Wina Austria. Hasil karyanya adalah : Requiem Mars, 40 buah Simfony, Opera Don Geovani, Kuintet Biola Alto, Konserto Piano. Pada usia 3 tahun ia telah dapat menghasilkan melodi dan menerapkan accor pada hrpsikord. Pada usia 5 tahun ia telah mulai menciptakan lagu dan muncul didepan umum pada usia 6 tahun, kemudian bersama saudara perempuannya mengadakan Tour keliling Eropa. Pada tahun 1781 ia pindah ke kota Wina dan mengarang ciptaan-ciptaannya yang termaahur. Permainannya sangat menakjubkan, sehingga dijiluki Anak Ajaib. Biarpun memperoleh banyak sukses, tapi ia sangat miskin dan dalam keadaan yang sengsara, ia meninggal di Wina dalam usia 35 tahun dan dikuburkan di pekuburan fakir miskin. Ia menulis banyak komposisi dalam bentuk yang berbeda-beda tetapi berpegang kuat pada gaya klasik murni.
5. Zaman Romantik (1820 – 1900)
Musik romantic sangat mementingkan perasaan yang subyaktif. Musik bukan saja dipergunakan untuk mencapai keindahan nada-nada, akan tetapi digunakan untuk mengungkapkan perasaan. Oleh karena itu, dinamika dan tempo banyak dipakai. Komponis-komponis pada Zaman romantic adalah :
a. Ludwig Von Bethoven dari Jerman.
b. Franz Peter Schubert dari Wina.
c. Francois Fredrick Chopin dari Polandia
d. Robert Alexander Schumann dari jerman.
e. Johanes Brahms dari Hamburg Jerman.
Riwayat Haidup Komponis Zaman Romantik :
A. Ludwig Von Beethoven (1770 – 1827)
Lahir Desember 1770 di Bonn Jerman, ia meninggal tanggal 26 Maret 1827 di Wina Austria. Ia menamakan dirinya sebagai Pujangga Nada. Sejak usia 4 tahun dia belajar musik dibawah asuhan ayanhnya. Pada usia 17 tahun ia pergi ke Wina menemui komponis Mozart, kemudian Mozart memberi bimbingan musik kepadanya, sehingga ia dapat menjadi pemain musik yang baik danm komonis yang berbakat. Pada usia 30 tahun pendengarannya mulai berkurang, dan usia 50 tahun pendengarannya tuli sama sekali. Pada waktu ciptaannya Ninth Symphonies lahir, ia tidak mampu lagi mendengarkan hasil karyanya itu. Pada tanggal 26 Maret 1827, dia meninggal di Wina. Ia hidup dengan sangat menderita, tetapi mampu menciptakan Sonata dunia yang paling indah. Hasil ciptaannya antara lain :
- 5 buah sonata cello dan piano.
- 9 buah symfoni
- 32 sonata piano.
B. Franz Peter Scubert (1797 – 1828)
Lahir di Wina 31 Januari 1797, dia meninggal tanggal 19 Desember 1828, ciptaannya antara lain : Ave Maria, The Erl King, Antinghed Symphony, Gretchen At The Spining Sheel, The Wild Rose. Schubert mempunyai suara yang merdu dan menjadi penyayi paduan suara Imperial Choir. Kemudian ia memperdalam pengetahuan musiknya dibidang komposisi. Pada waktu meninggal, Ia tidak dikenal orang banyak dan berpasan agar dikuburkan dekat makan Beethoven. Dia meninggalkan 100 buah hasil karyanya, kebanyakan lagu-lagu solo.
C. Wilhelm Richard Wagner (1813 – 1883)
Lahir tanggal 22 Mei 1813 di Leipzig Jerman, meninggal 13 Februari 1883 di Venesia. Hasil ciptaannya antaralain : Tannhauser, Die Maistersinger Von Hurberg, Lohengrin, Der Fliegende Holander.
D. Johannes Brahms (1883 – 1897)
Lahir 7 Mei 1883 di Hamburg Jerman, ia meninggal 3 April 1897 di Wina Austria. Hasil ciptaannya : Hungarian Dance, Muskoor Ein Deusches Requiem, Kuartet gesek.. paa usia 14 tahun ia telah menjadi pianis yang baik. Dia adalah seorang komponis terakhir dari aliran Romantik, karyanya sangat indah.

6. Zaman Modern (1900 – sekarang)
Musik pada Zaman ini tidak mengakui adanay hokum-hukum dan peraturan-peraturan, karena kemajuan ilmu dan teknologi yang semakin pesat, misalnya penemuan dibidang teknik seperti Film, Radio, dan Televisi. Pada masa ini orang ingin mengungkapkan sesuatu dengan bebas.
Komponis-komponis pada Zaman Modern :
1. Claude Achille Debussy dari Prancis
2. Bella Bartok dari Honggaria.
3. Maurice Ravel dari Prancis.
4. Igor Fedorovinsky dari Rusia
5. Edward Benyamin Britten dari Inggris.

SENI RUPA ADALAH




Seni rupa  adalah 



“cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan.”
Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.

SENI RUPA TRADISIONAL
“Seni tradisional adalah unsur kesenian yang menjadi bagian hidup masyarakat dalam suatu kaum/puak/suku/bangsa tertentu”
Ciri-ciri
*          Penciptaannya selalu berdasarkan pada filosofi sebuah aktivitas dalam suatu budaya, bisa berupa aktivitas religius maupun seremonial/istanasentris.


*
          Terikat dengan pakem-pakem tertentu.

SENI RUPA MODERN
 “Seni rupa modern adalah seni rupa yang tidak terbatas pada kebudayaan suatu adat atau daerah, namun tetap berdasarkan sebuah filosofi dan aliran-aliran seni rupa.”

Ciri-ciri
*          Konsep penciptaannya tetap berbasis pada sebuah filosofi , tetapi jangkauan penjabaran visualisasinya tidak terbatas.


*
          Tidak terikat pada pakem-pakem tertentu.

Seniman : Raden Saleh Syarif Bustaman, Abdulah Sr, Pirngadi, Basuki Abdullah, Wakidi, Wahid Somantri, Agus Jaya Suminta, S. Soedjojono, Ramli, Abdul Salam, Otto Jaya S, Tutur, dan Emira Sunarsa.

SENI RUPA KONTEMPORER
 “Seni Kontemporer adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi “
Kontemporer itu artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini.
Ciri-ciri
*          Tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman.
*          Tidak adanya sekat antara berbagai disiplin seni, alias meleburnya batas-batas antara seni lukis, patung, grafis, kriya, teater, tari, musik, hingga aksi politik.

Contoh : Karya-karya happening art, karya-karya Christo dan berbagai karya enviromental art.
Seniman : Gregorius Sidharta, Christo, dan Saptoadi Nugroho.