4.3.16

Drama Musikal??


Drama Musikal

Apa itu Drama Musikal?

Sebelum memahani Drama Musikal itu apa, kita harus tahu apa itu drama. Menurut para ahli, pengertian drama sebagai berikut.

  • Moulton, Drama adalah kisah hidup digambarkan dalam bentuk gerak (disajikan langsung dalam tindakan).
  • Balthazar Vallhagen, Drama adalah seni yang menggambarkan alam dan sifat manusia dalam gerakan.
  • Ferdinand Brunetierre, Menurut drama harus melahirkan keinginan oleh aksi atau gerakan.
  • Budianta dkk (2002), Drama adalah genre sastra yang menunjukkan penampilan fisik secara lisan setiap percakapan atau dialog antara pemimpin di sana.
  • Tim Matrix Media Literata, Drama adalah bentuk narasi yang menggambarkan kehidupan dan alam manusia melalui perilaku (akting) yang dipentaskan.
  • Seni Handayani, Drama adalah bentuk komposisi berdasarkan dua cabang seni, seni sastra dan seni pertunjukan sehingga drama dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk teks tertulis dan drama dipentaskan.
  • Wildan, Drama adalah komposisi berdasarkan beberapa cabang seni, sehingga drama dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk teks tertulis dan drama dipentaskan.
  • Anne Civardi, Drama adalah sebuah kisah yang diceritakan melalui kata-kata dan gerakan.

Drama adalah sebuah pertunjukkan seni yang mengandung unsur gerak dan dialog yang merunut pada sebuah cerita atau pun sebuah naskah yang ditampilkan untuk memberikan pesan dari berbagai sisi kepada masyarakat sebagai bentuk penyadaran.


Nah, kalau kalian sudah mengerti apa itu drama. Sekarang kita membahas apa itu drama musikal.

 
Dari kata musikal, itu menjelaskan sebuah kata sifat yang berarti mengandung unsur musik sebagai unsur utama dalam sebuah pertunjukkan.


Dapat didefinisikan bahwa Drama Musikal adalah sebuah pertunjukkan drama yang dikemas dengan unsur musik sehingga setiap adegan dalam pertunjukkan drama memiliki iringan musik sebagai pengiring setiap adegan dan penyampaian pesan melalui sebuah harmonisasi suara yang disebut musik.


Sedangkan BeZper Unsoed di bulan Maret ini akan kembali hadir dengan pertunjukkan drama musikal dengan judul Memayu Hayuning Bawana..




Buat semua temen-temen yang ingin tahu drama musikal itu seperti apa. Kalian bisa menunggu dan menantikan pementasan produksi kami yang berjudul “Drama Musikal Memayu Hayuning Bawana”.


2.3.16

Coming Soon

"MEMAYU HAYUNING BAWANA"

Salam Budaya...

Pada tahun ini kami dari BeZper akan segera hadir kembali pada bulan Maret 2016 ini di tengah-tengah masyarakat Purwokerto dengan sebuah pementasan Drama Musikal yang berjudul "Memayu Hayuning Bawana".

Apa itu Memayu Hayuning Bawana? 
Memayu Hayuning Bawana memiliki arti mengindahkan keindahan bumi
Memayu Hayuning Bawana merupakan bentuk harapan Bezper terhadap keresahan yang belakangan terjadi pada ekosistem ini tentang kearifan lokal yang memudar semakin tidak selaras dengan alam, terkikis oleh modernisasi mengubah perekonomian berkembang pesat. 
Tak ada lagi jejak roda kecil ditanah, semua berganti menjadi jejak roda yang lebih besar, peradaban serba praktis dan dehumanisasi. 


Ingin tahu lebih lanjut??
Bisa juga mengakses  
FB : Memayu Hayuning Bawana BeZper
Twitter : @MHB_Bezper 
Instagram : memayuhayuningbawana 
 




6.12.15

CLOSING CEREMONI UOR CUP 2015 (UNTUK OUR)

Oleh : Mardiyah & Ahmad Mafrukhi

BABAK 1
Adegan 1
(Lampu par1 menyala)
Adar      : Sebentar lagi kompetisi sepak bola UOR CUP digelar. Hem aku pasti jadi juaranya! Tak ada yang lebih jago dari aku... apalagi mama bilang mau membelikanku sepatu baru!
(Lampu par1 mati)

(Lampu par2 menyala)
Bedul    : sepatu baru? Bor-boro sepatu baru, sepatu lamapun aku tak punya. Ingin sekali rasanya aku ikut kompetisi itu. Tapi bagaimana aku bisa ikut... aku tak berani meminta ibu untuk membelikanku sepatu bola dengan kondisi keluargaku.
(Lampu par2 mati)

(Lampu par1 menyala)
Adar      : keluargaku orang berkecukupan, aku minta apa pasti dikabulkan mama. Oh iya, latihan! hah latihan? Untuk apa latihan? sudah bosan aku latihan! Tanpa latihan keras pun aku pasti jadi juara.
(Lampu par1 mati)

(Lampu par2 menyala)
Bedul    : juara? latihan, ya aku harus terus berlatih dan berlatih agar bisa jadi juara...

(Lampu par 1 dan 2 menyala)
Adar      : (Berleha leha-leha) Main gestur.
Bedul    : (Berlatih) Main gestur.

(fade in IBU bedul sepatu untuk anaknya)

Ibu         : aduh dul, kaki kamu kenapa dul?
Bedul    : ini bu kesandung batu pas latihan tadi
Ibu         : alah dul dul. Mbok yo kalo latihan jangan terlalu semangan to sampek-sampe batu yang ditendang
Bedul    : bedul gak papa kok bu. Lho itu ibu bawa apa bu?
Ibu         : ini dul Alhamdulillah, ibu dapat sedikit rezeki, ibu beliin kamu sepatu bola dul
Bedul    : beneran bu. Majasi ya bu
Ibu         : tapi maafin ibu ya dul, ibu Cuma sanggup beliin kamu sepatu itu beda dengan punya teman-temanmu
Bedul    : gak papa kok bu. Majasi ya bu (memeluk ibu)

(fade in mama Adar membawa sepatu untuk anaknya)

Mama   : nak nak ini mama bawahan sepatu yang mama janjiin kemarin?
Adar      : mana mah?(melihat sepatu) ayah kok yang ini sih ma? Adar kan maunya yang warna biru ma bukan yang kuning..
Mama   : udah Lahh sama aja, mau biru mau kuning. Itu sepatu paling bermerek saat ini.
Adar      : yaudah deh untuk pertandingan ini adar mau pak sepatu ini. Tapi besok adar gak mau tau, adar mau yang biru
Mama   : yaudah-yaudah nanti mama beliin apapun yang kamu minta. Sekarang mama buru-buru mau ada arisan.
Adar      : janji ya ma

Mama fade out
(Lampu panggung mati)

Adegan 2

Pertandingan sepak bola antara tim bedul melawan tim Adar
Digambarkan dengan Siluet Pertandingan.
Komentator (Mengomen pertandingan)
Pertandingan dimenangkan Bedul.
Siluet dibuka Bedul dan Adar mengekspresikan suasana hatinya masing masing.
(lampu par suasana sedih dan bahagia menyala)
Freeze.

Adegan 3


Adegan 4

Fade in pembaca puisi
karya : M. Hilal Aji S 2015

DENGAN TEKAD DAN USAHA

Sinar mentari melenyap
Rembulan terang menduplikasi
Hari terganti waktu terlewati
Nasib yang menyelimuti masih terkikis
Apa daya jiwa terlahir dari rahim kemiskinan

Semangat tinggi menjadi motivasi
Berjuang keras tanpa ada batas
Melatih diri dihidup yang begitu pedas
Hidupnya tak semewah hidup yang lain
Yang hanya berucap lalu ada

Kini bersama UOR ia menitih harap
Wadah untuk tetap melangkah
Berjuang menerjang masa depan
Meraih cita dengan tekad dan usaha.

Lampu panggung mati.