21.3.22

Selamat Hari Puisi Sedunia

UANG

Oleh : Dea Intan Cahyani

Semua orang menginginkanmu
Semua orang membutuhkanmu
Tujuan manusia adalah mencarimu hingga memilikimu
Dunia ada padamu
Engkau sumber kebahagiaan
Namun ...
Engkau juga enjadi sumber kesedihan
Engkau bisa merubah segala bentuk kemustahilan
Menjadi sebuah keajaiban
Hati pemiliknya bisa kau ubah
Menjadi seekor semut baik hati
Atau ...
Menjadi seekor serigala tamak
Mencari dan mendapatkanmu
Seperti mencari jarum dalam jerami
Menghabiskan dan menggunakanmu
Merupakan hal paling mudah


PASRAH

Oleh : Hesti Nuralia

Lelah. . .
Aku bingung harus apa
Aku ingin sudahi semua ini
Dengan semua beban pikiran ini
Rasa gundah ini. . .
Rasa resah ini. . .
Langit aku sudah lelah dengan semua ini
Beban yang ada ini cepatlah usai
Aku ingin terbang bebas tanpa beban
Tanpa ada yang mengganggu
Aku ingin marah tapi pada siapa?
Entahlah. . .
Jalan terbaik hanya bisa ku serahkan kepada Tuhan
Mungkin saat ini. . .
Hanya bisa memperbaiki
Sebelum menjadi abu dan hancur lebur
Aku hanya bisa berharap. . .
Semoga Tuhan memberi jalan yang terbaik untuk ku

27.4.20

HARI PUISI NASIONAL

BUMI KITA

Karya: Anggun Rizqiya

 

Bumi yang kau kira indah

Tak sedikit menyimpan nista

Hijau dan lestari hanyalah bekala

Ketentraman yang kau harap tak lagi ada

 

Alam teranjam

Mengikis harapan

Menelan keselarasan yang dijarah keserakahan

Alam berteriak, merintih kesakitan

Kaulah pelakunya

Kaulah sang perusak!

Tolong jagalah bumi kita

 



LESTARI

Karya: M. Reza Aprilian

 

Dedaunan menari bersama angin

Terpapar hangatnya sang mentari

Tutup kepala berupa caping

Selalu temani tuk melindungi

 

Tangan kasar tak dihiraukan

Sebab menjaga adalah kewajiban

Alam generasi tetap merasakan

Alam yang ranum nan rupawan

 

Alam itu begitu unik

Seunik rasa sayang yang menggelitik

Lanjutkan pertanian organik!

Karena alam tak boleh tercekik

28.4.19

HARI PUISI NASIONAL

Ruang
Oleh Luthfia Fatimatuzzahro
Gelap...
Sendiri, aku menyelinap
Dingin rasa dengan pecahan kaca
Kurasa ini sampah-sampah rasa
Denganku...
Aku, disini, untuk itu
Menata kaca dengan jemariku kujadikan ratu
Setelah itu..
Ruang itu...
Kujadikan milikku
Ruang hatimu...


Waktu Itu
Oleh : Dewi Wiji
Waktu itu, aku tak menegrti
Mengapa? Apa? Bagaimana Bisa?
Entahlah, akupun tak menyukai
Juga tak membenci
Hingga akhirnya, aku memutuskan
Bahwa waktu itu, telah membuktikan
Bahwa ketidaktahua, membuatku buta, tuli
Hingga tak berani melangkah
Berhenti? Atau pergi?
Salah !
Ternyata, waktu itu adalah sebuah kesempatan
Mengenal, dikenal
Mengerti, dimengerti
Memahami, dipahami
Merasa, walau tak dirasa..
Semua itu membuktikan
Bahwa waktu itu adalah kebahagiaan yang tak tergantikan
Kebahagiaan yang takan mungkin kutemukan
Jika aku menyerah, pasrah, dan pergi begitu saja
Tidak !!....
Kalian harus tau !
Dengarkan ! Aku ingin dunia tahu
Aku berjuang untuk tidak menyerah
Namun,
Ah. Sudahlah ! aku merindukan waktu itu
Kebersamaan, yang mencipta keluarga baru
Terimakasih
Waktu itu


Penjilat dan Penghisap
Oleh : M Irfan
Luang dalam waktu
Membenci tapi menjunjung
Menolak tapi mendekat
Wahai penjilat bajingan
Akankah kau terus begitu
Menjilati bumi yang mencair
Bagai eskrim dalam corong
Kau gerogoti hingga dalam
Isi dan cairan kau hisap habis
Seolah tak puas akan dunia
Yang kini menua
Duhai alam, akankah kau menjawab
Panggilan yang membuatmu marah
Pada penghisap yang tak terpuji

14.1.19

PELATIHAN VOCAL OLEH VIDHU B.M

Saat SMA pernah mengikuti paduan suara (padus), tetapi waktu di SMP tidak diajarkan teknik vocal. Baru saat masuk kuliah milih dan belajar teknik vocal disalah satu proses yang ada di BeZper. Setelah itu, saya juga sering mengaplikasikan sendiri di rumah dan observasi di youtube, ataupun sharing dengan UKM seni lain.
Yang dibutuhkan saat belajar vocal pertama yaitu niat dan keseriusan untuk belajar. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika belajar vocal, memahami ketika mengeluarkan suara menggunakan tenggorokan dan diafragma. Adapula tantangan seperti mengurangi makanan yang berminyak, menuman es, dan hal-hal yang dapat membuat tenggorokan terluka. Jika tenggorokan terluka, suara akan hilang karena serak. Untuk menanggulanginya yaitu perbanyak minum air putih hangat, jeruk hangat, jahe, ataupun kencur dan sering berlatih agar terbiasa.
Banyak hal atau referensi ketika berlatih vocal yaitu dengan cara sering mendengarkan lagu, karena vocal juga harus paham tentang nada. Bisa juga download aplikasi test nada yang mudah didapatkan di playstore dan lain-lain. Peka instrument disetiap lagu. Selain sering berlatih teknik juga jangan lupa diaplikasikan saat bernyanyi.