PEMENTASAN PERANG BUBAT TEMBANG ING PRAJA
28.4.15
1.4.15
PERANG BUBAT TEMBANG ING PRAJA
Perang
Bubat Tembang Ing Praja merupakan realisasi 1 BeZper yang menggabungkan 4 sub
unit yaitu Asal sebagai sub unit Teater, Srikandi sebagai sub unit Tari, Bemper
sub unit Musik dan Kanvas sub unit Seni Rupa.
Dengan menggangkat
cerita dari salah satu perang legendaris Indonesia yaitu Perang Bubat, dimana
perseteruan antara Kerajaan Mataram dengan Kerajaan Sunda yang awalnya untuk
menyatukan dua hati yaitu Raja Majapahit Hayam Wuruk dan Putri Kerajaan Sunda Dyah Pitaloka
Citraresmi harus berakhir
teragis pada dataran Bubat.
Perang
Bubat Tembang Ing Praja akan di tampilkan pada 5 April 2015 pukul 20.00 WIB di
gedung soemardjito dengan HTM Rp 10.000,-
acara ini disponsori oleh:
13.3.15
TARI JAWA DAN SEJARAHNYA
Tari Jawa merupakan warisan kebudayaan Mataram Islam. Ciri khas
dari tari Jawa adalah gerakan yang halus, dinamis, komunikatif, tegas, dan
berkesan berwibawa. Dahulu, seni sempurna nan adiluhung itu bersifat
rahasia dan hanya milik penari. Alih pengetahuandan pengatahun mengandalkan
cara pendampingan langsung dan secara lisan, turun temurun dari orang tua
kepada anak cucunya.
Macam-macam jenis tari Jawa
Tarian Candi
Tari-tarian ini dilakukan sebagai bagian dari pemujaan kepada
dewa-dewi dan biasa disebut sebagai tarian candi. Itu karena dipentaskan di
lingkungan candi, dibawakan oleh para pendeta perempuan sebagai persembahan
bagi Siwa, Wisnu, atau Brahma.
Dengan datangnya pengaruh Islam yang menguat, berakhirlah tugas para
pendeta perempuan dan para abdi raja di candi-candi. Namun, mereka mereka tetap
secara teratur mementaskan tarian dihadapan raja. Karenanya, seni ini menjadi
hak istimewa raja dan terkristalisasi dari generasi ke generasi. Maka, setiap
raja yang berkuasa harus menciptakan suatu karya tari. Biasanya, tari-tari ini
juga dipentaskan dihadapan para tamu kebesaran sebagai bentuk penghormatan.
Harmoni
Tarian Jawa selain merupakan seni gerak tubuh, juga merupakan
pengejawantahan dari pemahaman nilai budaya. Budaya Jawa memproses pemahaman
olah rasa dan olah pikir dengan tetap mengutamakan sisi kelembutan dan
kesantunan. Proses penciptaan tari Jawa mengacu pada konsep wiraga, wirama,
wirasa, suatu konsep keseimbangan dan harmoni antara gerak, irama, dan
rasa.
Karena dianggap sakral, seni tari Jawa awalnya hanya boleh
ditampilkan dalam lingkungan tembok istana. Seiring perkembangan zaman,
tari-tari tersebut mulai boleh dipentaskan di kalangan umum diluar keraton.
Bedhaya
Tarian jenis bedhaya dianggap sakral dan hanya
boleh ditampilkan di depan raja. Hanya pada
acara-acara khusus dan sangat pentinglah bedhaya dipagelarkan, yakni dalam upacara jumeneng dalem (penobatan
raja), jumenengan(peringatan penobatan raja), tumbuk yuswa(ulang
tahun raja), pawiwahan ageng (pernikahan putra atau putri raja),
serta ketika menyambut tamu-tamu agung yang sangat dihormati.Pementasan bedhaya pun
sekadar diperuntukkan bagi penonton-penonton terpilih.
Serimpi
Selain bedhaya ada juga beberapa tari perempuan lain yang
dikembangkan oleh istana-istana Jawa. Contohnya adalahserimpi dan golek.
serimpi merupakan istilah umum untuk menyebut tari-tari yang dibawakan 4
penari. Jumlah 4 penari serimpi melambangkan 4 arah mata angin, juga
4 unsur alam, yaitu grama (api), angin (udara), toya (air),
danbhumi (tanah).
6.3.15
Sejarah dan Teknik Lukis Pasir
Lukis
pasir adalah melukis dengan media pasir, dapat dilakukan di atas kaca, dalam
botol, maupun di atas kanvas. Seni lukis pasir bukanlah seni baru tetapi sudah
ada sejak tahun 1800an dibawa oleh penduduk Amerika sebelah barat daya yang
dikenal dengan sebutan “Navajo”. Seni lukis dengan pasir dipercaya mampu
mengusir roh-roh jahat dan menyembukan penyakit serta upacara keagamaan oleh
suku Navajo. Di indonesia sendiri lukis pasir digunakan sebagai seni
pewayangan. Adalah bapak Fauzan, sang dalang perintis
pewayangan dengan media gelas/kaca dan pasir.
Teknik
lukis pasir adalah dengan meneteskan pasir secara perlahan-lahan melalui tangan
pada eksposi yang tertutup papan partikel. menggunakan pasir yang
terbuat dari batu hancur secara alami berwarna, batu, dan mineral untuk nuansa
yang berbeda. media yang berupa butiran-butiran tersebut menjadi tantangan
tersendiri bagi.Seperti Kseniya simonova, Vina IMB, denny darko, Dll. Adapula Jim denevan yang menggunakan kayu basah untuk membuat
garis geometris pada pasir pantai.
lukis pasir karya Niar Lazza
Subscribe to:
Posts (Atom)