10.1.13
19.12.12
MUSIK INDIE
---IndIE
a.k.a
INDIEPENDENt---
Indie???
Apa sih Indie??? Maksudnya???
Indie
berasal dari kata Indiependent, yang artinya merdeka, bebas dan
semaunya. Sesuai dengan pengertiannya, para pelaku musik indie
memiliki ideologi bermusik yang semau gue, ngga semau elo.
Tidak
terikat dan tidak merasa diikat dengan apapun. Asal mula kata
independent menjadi
indie bermula dari tabiat anak-anak muda Inggris yang suka memotong
kata agar mempermudah pelafalan informal seperti; distribution
menjadi distro, british menjadi brit, dsb. Di balik pemendekan kata
independen itu kemudian terkandung sebuah definisi kontekstual indie
yang menjadi basis pergerakan subkultural. Sehingga sejak masa itu
tidak sembarang makna independen secara umum bisa diasosiasikan
dengan indie. Namun hingga kini pun orang awam masih sering salah
paham dengan menyamakan makna indie dalam wacana (2) dengan
independen dalam wacana (1). Kenapa disebut indie? Sebab akhir 70-an
hingga awal 80-an merupakan masa pancaroba dari musik punk ke arah
post-punk dan orang Inggris kala itu mulai menggunakan istilah
tersendiri guna menjuluki kecenderungan musik punk yang semakin pop,
yakni: indie.
Tokoh
dibalik Musik Indie..
Akar-akar
Indie bermula ketika subkultur pop underground di Inggris yang
berevolusi antara era punk hingga post-punk selama periode 1977 s/d
1986. 1977 ditandai oleh “Nevermind the Bollocks”-nya Sex Pistols
dan 1986 melalui dirilisnya kaset kompilasi C86 yang menjadi bonus
majalah New Musical Express (NME). Secara awam, “Nevermind the
Bollocks” adalah icon kejayaan punk. Namun bagi musisi underground
Inggris, album Sex Pistols tersebut justru menjadi batu nisan bagi
perlawanan punk yang sesungguhnya. Mereka menganggap irama punk sudah
menjadi terlalu klise. Karena itulah mereka kemudian mulai mengolah
referensi dari soul, folk, pop, dub, dan berbagai sound yang selama
itu dianggap sebagai musik lunak.
Sampai
tiba di awal tahun 90-an. Band apa yang paling kita ingat saat itu?
Tentunya Nirvana. Pada tahun 90-an band-band underground mendapat
kontrak rekaman dengan label-label besar, salah satunya adalah
Nirvana. Nirvana hadir dengan albumnya ‘Nevermind’ dan menjagokan
single ‘Smells Like Teen Spirit’ pada tahun 1991. Nirvana terasa
lain karena berani hadir dengan perbedaan, mungkin dengan lirik yang
nihil namun ekspresi yang benar-benar mengena di jiwa anak muda.
Semacam pencerahan dan kesadaran baru dalam bermain musik, termasuk
untuk band-band di Indonesia.
INDIE
DI NUSANTARA..
PAS
Band bisa dikatakan indie band Indonesia yang meraih sukses. PAS
merilis EP secara indie sampai akhirnya label-label besar
menawarkan kerja sama. Mereka punya fan base yang kuat karena mereka
mulai dari bawah dan punya struktur yang kuat. Selain itu ada juga
band-band lain misalnya Pure Saturday dan masih banyak lagi.
Selanjutnya
deretan nama seperti Puppen, Shaggy Dog, Superman Is Dead, Rocket
Rockers, Superglad, dll mencuri perhatian para penikmat musik.
Beberapa band seperti The S.I.G.I.T, The Upstairs, The Brandals, The
Milo, Bangku Taman, Efek Rumah Kaca, Teenage Dead Star, Seek Six
Sick, The Adams, White Shoes And The Couple Company, dan Goodnight
Electric mendapatkan tempatnya di hati para penikmat musik.
No comments:
Labels:
Bemper
9.12.12
Lukisan pensil : Cara belajar melukis adalah memaksakan diri
Cara
belajar melukis adalah memaksakan diri. Kita tau pelajaran melukis adalah
pelajaran yang sulit di jelaskan dengan kata-kata, cara paling simple untuk menjelaskan adalah “terus melukis dan belajar
sendiri” saat ada pertanyaan yang tak mampu kamu jawab,disinilah saatnya
kita bertanya pada teman,atau pada dunia sekitar namun saat tak menemukan cara
dan jawaban yang kita harapkan,kita akan kembali lagi pada diri sendiri karena
kadang-kadang teman yang kita Tanya sebenarnya sudah menjawabnya tapi sulit di
pahami dan di terima pemahaman kita, nah kalau sudah begini mending tidak usah
banyak piker, kita mulai saja dengan praktek,praktek,dan
praktek.
Cara
belajar melukis yang paling mudah dan terbukti adalah dengan cara memaksakan
diri..haha..mengulang ulang..nikmati rasa putus asa dan semangat yang jatuh
bangun,awalnya semuanya ini memang butuh paksaan pada dasarnya kita ini banyak
yang pemalas..terutama bagi laki2..itu yang saya rasakan. Mending tidak
usah banyak pikir..kita mulai saja dengan praktek,praktek,dan praktek..cara
belajar melukis yang paling mudah dan terbukti adalah dengan cara memaksakan
diri, kita bertanya pada teman,atau pada dunia sekitar namun saat tak
menemukancara dan jawaban yang kita harapkan,kita akan kembali lagi pada diri.
praktek,praktek,dan praktek.. cara
paling simple untuk menjelaskan adalah “terus melukis dan belajar sendiri” dengan
cara memaksakan diri.

Perbanyak sketsa lukis, kalo anda baru mulai, sketsa apapun
target diri anda misalnya sehari 20 lembar sketsa pinsil. Ini berguna untuk
keberanian tangan anda kelak, apapun aliran melukis. Kemudian pahami warna, banyak buku-buku
yang menerangkan tentang warna.
1. warna netral, hitam dan putih.
2. warna primer,
biru, merah, kuning
3. warna skunder, hijau (campuran dari biru dengan kuning)
orange (merah dengan kuning) ungu (biru dengan merah) warna
primer, jika ketiganya diaduk, menjadi cokelat. warna skunder, jika ketiganya diaduk, menjadi abu-abu.
Kemudian ada warna
opposite, di mana antara kedua warna ini memiliki nilai kontras yang tinggi,
tetapi bila dicampur menghasilkan warna gelap yang cukup asyik, yaitu antara
kuning dengan ungu, biru dengan orange dan merah dengan hijau. ok dari segala
cara apapun, yang terbaik dan termudah, adalah HARUS MELUKIS TIAP HARI, meski
satu/dua jam. Perbanyak komunikasi dengan Tuhan, karena Dia Maha Indah. Dan
dunia lukis memerlukan kesabaran dan perjuangan yang
teguh dan konsisten.
Bagi pelukis pemula kebanyakan agak
kesulitan ketika melukis wajah sebab wajah menggambarkan isi pikiran atau isi
hati seseorang misalnya orang sedang senyum, marah, benci, dendam, cemberut,
senang dan sebagainya.
Menggambar atau
melukis foto wajah selain sebagai hobi dapat juga berguna untuk pengembangan
kemampuan visual dalam menggambar sebuah objek yang realis, seperti objek
manusia atau objek tiga dimensi lainnya dalam bidang dua dimensi.
Terdapat dua macam menggambar foto wajah;
yang pertama yaitu memindahkan wajah dalam foto ke bidang gambar semirip
mungkin dan yang kedua memindahkan wajah dalam foto ke bidang gambar hanya
dengan mengambil esensi dari wajah yang akan digambar. Pada kasus yang
pertama dibutuhkan kemampuan visual yang cermat serta pengetahuan dasar
mengenai anatomi wajah manusia. Sedangkan pada kasus yang kedua selain memiliki
kamampuan visual dan pengetahuan anatomi wajah, juga dibutuhkan kemampuan
membaca karakter dari objek.
1. Tentukan Tema

2. Pilih Model
Misalnya jika anda hendak
melukis orang yang sedang sedih, maka anda harus mencari seorang model yang
bisa berakting wajah yang bersedih. Maka anda harus bisa menjalin komunikasi
yang baik dengan model anda.
3. Buat Seketsa
Membuat seketsa ini
sangat penting agar wajah yang anda gambar bisa akurat. Buatlah seketsa wajah
terlebih dahulu terutama di bagian dahi, alis, mata, hidung, mulut dan pipi.
Sebab di bagian-bagian itulah yang bisa menggambarkan perasaan sesorang.
4. Perhatikan Obyek
Untuk mempermudah
proses penggambaran, sangat dianjurkan untuk membiasakan mata kita melihat
objek yang akan digambar, dalam hal ini foto wajah yang akan digambar.
Peletakan objek yang akan digambar juga sebaiknya berdekatan atau seolah-olah
berdekatan dengan bidang gambar. Arah mata kita harus selalu
berpindah-pindah dari bidang objek ke bidang gambar.
20 comments:
Labels:
Kanvas
DEFINISI TEATER DAN SEKILAS PANDANG TENTANG PROSES PRODUKSI PERTUNJUKKAN
Teater berasal dari kata
Yunani kuno “theatron” yang secara
harfiah berarti gedung, tempat pertunjukkan, panggung maupun pusat persembahan.
·
Secara etimologis: Teater adalah gedung pertunjukkan atau auditorium
·
Dalam arti luas: Teater adalah segala tontonan yang dipertunjukkan di
depan orang banyak
·
Dalam arti sempit: Teater adalah drama, kisah hidup dan kehidupan manusia
yang diceritakan di atas pentas dengan media: percakapan, gerak, dan laku
didasarkan pada naskah yang tertulis ditunjang oleh dekor, musik, nyanyian,
tarian, dsb.
Teater sebagai cabang seni dari seni sastra dan seni
pertunjukkan pada umumnya tidak hanya berurusan dengan estetika panggung saja.
Namun, gagasan yang hendak dituangkan dalam teater merupakan refleksi aktual
sebuah pemikiran atau sebagai media refleksi pergulatan manusia dalam
menciptakan, menumbuhkan, dan mempertahankan pengetahuan serta nilai positif
(Sumardjan, 1981).
Teater dan drama, memiliki arti yang sama, tapi berbeda ungkapannya. Teater
berasal dari kata yunani kuno "theatron"
yang secara harfiah berarti gedung/tempat pertunjukan. Dengan demikian maka kata
teater selalu mengandung
arti pertunjukan/tontonan. Drama juga dari kata yunani “dran” yang berarti berbuat, berlaku atau
beracting. Drama cenderung memiliki
pengertian ke seni sastra. Didalam seni sastra, drama setaraf dengan
jenis puisi, prosa/esai. Drama juga berarti suatu kejadian atau peristiwa
tentang manusia. Apalagi peristiwa atau cerita tentang manusia kemudian
diangkat kesuatu pentas sebagai suatau bentuk pertunjukan maka menjadi suatu
peristiwa Teater. Kesimpulan teater tercipta
karena adanya drama.
Proses
Teater merupakan sebuah proses organisasi (bentuk kerja kolektif; di mana segala macam orang dengan
segala macam fungsinya tergabung dalam suatu koordinasi yang rapi,dan juga
mencakup juga pengertian sampai batas-batas yang sentimentil), seperti hal nya
diri manusia itu sendiri, atau layaknya seperti sebuah negara. Keberhasilan suatu pertunjukan
teater dapat juga sebagai keberhasilan suatu seni organisasi; baik
organisasi penyelenggaraannya (panitia produksi) maupun segi seni-seninya (penyutradaraan,
penataan set, permainan, musik dan unsur-unsur lain).
Berikut ini contoh elemen dari sebuah grup teater
dalam mengadakan sebuah produksi.
- Pimpinan Produksi
- Sekretaris Produksi
- Keungan Produksi / Bendahara
- Urusan Dokumentasi
- Urusan Publikasi
- Urusan Pendanaan
- Urusan Ticketing atau karcis
- Urusan Kesejahteraan
- Urusan Perlengkapan
- Pimpinan Produksi
- Sekretaris Produksi
- Keungan Produksi / Bendahara
- Urusan Dokumentasi
- Urusan Publikasi
- Urusan Pendanaan
- Urusan Ticketing atau karcis
- Urusan Kesejahteraan
- Urusan Perlengkapan
- Sutradara
- Art Director / Pimpinan Artistik
- Stage Manager
- Property Master
- Penata Cahaya
- Penata Kostum
- Penata setting
- Perias / Make Uper
- Penata Cahaya
- Penata Musik
- Art Director / Pimpinan Artistik
- Stage Manager
- Property Master
- Penata Cahaya
- Penata Kostum
- Penata setting
- Perias / Make Uper
- Penata Cahaya
- Penata Musik
Setiap elemen memiliki tugas sendiri-sendiri
dan sudah seharusnya untuk bertanggungjawab
penuh atas tugas itu (secara profesional). Sebagai contoh seorang urusan
pendanaan, ia harus memikirkan seberapa besar dana yang dibuhtuhkan? Dari mana
dana itu didapatkan. Begitupula seorang Sutradara yang bertanggung jawab atas
pola permainan panggung; (akting pemain, cahaya, bunyi-bunyian, set, property
dan lain-lain).
Jikalau kita
memandang elemen dalam
grup teater, ada kesamaan dengan elemen dalam tubuh kita sendiri; setiap
organ tubuh memiliki fungsi sendiri, tetapi saling berhubungan dan tergabung
dalam fungsi yang sempurna. Teater ibarat laboratorium kehidupan itu sendiri.
“Teater akan menjadi tempat yang indah bagi orang-orang yang
mabuk dan kesepian, Teater merupakan sebuah tindak budaya, Teater bukanlah
tempat untuk melarikan diri ataupun untuk mencari perlindungan”.
-Peter Brook-
1 comment:
Labels:
Asal
Subscribe to:
Posts (Atom)