Mengcover lagu merupakan kegiatan menyanyikan kembali lagu yang pernah dirilis secara komersial sebelumnya. Mengcover lagu adalah sebagai bentuk apresiasi Karya Seni yang dapat dilakukan oleh semua orang.
24.2.18
Kreasi Bemper #2
Mengcover lagu merupakan kegiatan menyanyikan kembali lagu yang pernah dirilis secara komersial sebelumnya. Mengcover lagu adalah sebagai bentuk apresiasi Karya Seni yang dapat dilakukan oleh semua orang.
No comments:
Labels:
Bemper
11.1.18
Sand Art Animation
Sand Art Animation adalah sebuah seni melukis/membuat gambar animasi dengan menggunakan media pasir. Untuk sand animation sendiri lahir dari daratan Eropa, seorang seniman asal Hungaria bernama Ferenc Cako yang pertama kali menemukan teknik ini pada tahun 1994 dan mulai memperkenalkan kepada publik melalui Live Sand Animation Show pada tahun 1996.
Saat ini lukis pasir dipopulerkan kembali oleh Kseniya Simonova (Ukraina), Mingzhe in Sandland(China), Vina Candrawati(Indonesia). BeZper juga salah satu ukm seni yang masih mengangkat seni lukis pasir.
No comments:
Labels:
Kanvas
16.12.17
Dokumentasi Karya Teater Asal
Puisi adalah bantuk sastra yang memperhatikan pilihan kata
dan kepaduan bunyi. Sebuah puisi, jika dibacakan dengan indah dan penuh
penghayatan, merupakan sebuah penampilan seni yang menarik. Penggunaan bahasa dalam puisi seiring menggunakan makna-makna simbolis,
sehingga tidak jarang terjadi penafsiran makna yang berbeda-beda dalam
memaknai sebuah puisi. Puisi dapat mengekspresikan emosi, suasana
hati, rasa pesona, kagum, keresahan, kegelisahan, dan suasana hati
lainnya. Dengan puisi, seseorang akan lebih sadar akan dirinya untuk
mengamat, mengagumi, atau memikirkan lingkungan dan alam sekitarnya.
Memusikalisasi
puisi merupakan kegiatan pembacaan puisi dengan cara dilagukan, diberi
irama, atau diiringi musik yang sesuai dengan isi puisi dengan mengkolaborasikan antara sastra dan
musik.
Berikut merupakan sebuah karya sastra Teater ASAL berupa puisi berjudul "Berbeda" oleh
Ayuning Indah Octaviana yang dikemas menjadi sebuah karya musikalisasi
puisi, diiringi dengan keyboard oleh Hasbi Labib Herfitta.
No comments:
Labels:
Asal
10.12.17
Happening Art "Hak Asasi Manusia"
Teriakan Yang Tak Terdengar
oleh : I Nyoman Adhi Wardana
Kami disini.... ditengah-tengah hujan tegak berdiri
Menangus didepan mwsin-mesin itu
Mesin yang mencabut kami, dari tempat kami tinggal
Tempat kami mendapatkan kehagatan dan sendau gurau
Sawah dan ladang kami menjadi beban
Rumah kami menjadi apron
Tempat kami mencari makan hilang
Rumah kami berlindung hancur....
Hancur dan hilang seperti perasaan yang Mulia
Yang sudah tidak dapat merasa
Bukan kami tidak melawan
Bukan kami tidak berteriak
Tetapi mungkin telinga yang Mulia
Sudah tidak dapat mendengar suara kami
Orang miskin yang dinistakan dunia
Kemana kami akan pergi
Kemana kami harus berlindung
Ketika yang Mulia tidak dapat melindung
Apakah pembangunan ini harus mengesampingkan
Hak-hak kami?
Sebuah Pena Keadilan
Oleh : Farhah Maulydya
Dipagi yang tak biasa
Rintihan anak kecil terdengar dipinggir keramaian kota
Bayi-bayi menangis kehausan
Para pekerja berlalu-lalang diperjalanan
Ohh... Aku kira, aku tersesat
Aku berjalan tapi mataku terpaku diam
Dikanan-kiri jalan tak kulihat adanya keadilan
Anak kecil berpakaian tak layak, mereka dipekerjakan diusia yang tak pantas
Ohh... Aku menangis, hatiku sangat tergetar
Mereka seharusnya berpakaian sepertiku
Mereka seharusnya membawa pena dan kertas
Mereka seharusnya bida mendapatkan ilmu yang layak
Lalu lalang kota yang katanya nan indah
Di waktu yang bersamaan, ku termenung
memikirkan dimana letak keadilan berada?
keadilan, keadilan dan keadilan
No comments:
Labels:
Asal,
Puisi
Subscribe to:
Posts (Atom)