Begalan siapa yang pernah dengar kata-kata itu, pasti orang asli Banyumas tidak asing dengan kata-kata itu. Begalan adalah jenis kesenian yang biasanya dipentaskan dalam
rangkaian upacara perkawinan adat Banyumas yaitu saat calon pengantin
pria beserta rombongannya memasuki pelataran rumah pengantin wanita.
Begalan berasal dari kata
begal dan akhiran
an,
artinya perampasan atau perampokan di tengah jalan. Namun jangan
diartikan perampokan dalam artian sebenarnya, begalan ini hanya
merampas waktu kedua calon pengantin untuk memberikannya
pelajaran/nasehat untuk bekal mereka dalam mengarungi hidup berumah
tangga melalui pesan-pesan yang tersirat dalam ritual begalan ini.
Dalam pementasan begalan,yang menarik adalah dialog-dialog antara yang
dibegal dengan si pembegal biasanya berisi kritikan dan petuah bagi
calon pengantin dan disampaikan dengan gaya yang jenaka penuh humor.
Upacara ini diadakan apabila mempelai laki-laki merupakan putra sulung.
Begalan merupakan kombinasi antara seni tari dan seni tutur atau seni
lawak dengan iringan gending. Sebagai layaknya tari klasik, gerak
tarinya tak begitu terikat pada patokan tertentu yang penting gerak
tarinya selaras dengan irama gending. Jumlah penari dua orang, seorang
bertindak sebagai pembawa barangbarang (peralatan dapur) yang bernama
Gunareka , dan seorang lagi bertindak sebagai pembegal/perampok yang bernama
Rekaguna
. Barang-barang yang dibawa antara lain ilir, cething, kukusan,
saringan ampas, tampah, sorokan, centhong, siwur, irus, kendhil dan
wangkring. Barang bawaan ini biasa disebut brenong kepang. Pembegal
biasanya membawa pedang kayu yang bernama wlira.
Kostum pemain cukup sederhana, umumnya mereka mengenakan busana Jawa.
Adapun ketentuan dalam acara seni Begalan yaitu :
1. Iringan yang digunakan menggunakakan instrumen gamelan jawa, sedangkan gerakan tarian disesuaikan dengan irama gamelan.
2. Tarian Begalan dibawakan oleh dua orang pemain pria yang memerankan Gunareka dan Rekaguna.
3. Dialog dengan gaya jenaka yang berisi tentang nasehat – nasehat penting bagi kedua mempelai dan penonton.
4. Waktu pelaksanaan pada siang atau sore hari dan waktu yang dibutuhkan untuk pementasan kurang lebih satu jam.
5. Tempat yang digunakan biasanya pelataran rumah (halaman) pengantin wanita.
Pada dasarnya Tari Begalan adalah tarian rakyat yang menggunakan
peralatan – peralatan (Properti) yang memiliki makna simbolis yang
berguna bagi kehidupan masyarakat pendukungnya. Dialog dengan gaya
jenaka ditampilkan dalam pertunjukan seni untuk rakyat yang berfungsi
untuk menghibur. Kostum atau tata pakaian dan riasannya juga sederhana
karena begalan termasuk bentuk kesenian rakyat yang bersifat sederhana.
.
1. Kostum dan Make Up
Kostum yang dipakai sangat sederhana. Mereka hanya mengenakan
pakaian adat Jawa saja. Pakaian yang digunakan untuk pementasan antara
lain :
a. Pakaian seni Begalan terdiri dari :
b. Baju Kokok Hitam
c. Stagen dan Sabuk
d. Celana Komprang berwarna Hitam
e. Kain Sarung
f. Sampur atau Selendang menari
g. Ikat Wulung berwarna Hitam
Cara mengenakan pakaian, pertama – tama celana dan baju lalu kain
yang diberi stagen dan ikat panggung. Jika tidak ada kain boleh
menggunakan sarung. Sampur dikalungkan pada lehernya.Terkadang Gunareka
memakai topi kukusan. Rekaguna membawa pedang wlira. Make up –nya
sederhana. Dahulu mereka menggunakan langes atau arang yang dihaluskan
kemudian dicampurkan minyak kelapa. Campuran berwarna hitam untuk
merias muka, membuat kumis, jambang, alis dan lain-lain. Bahan lain
yang diperlukan yaitu bedak dan teres (sepuhan).
2. Perlengkapan Begalan

Perlengkapan yang digunakan pada saat pentas seni Begalan :
a. Pikulan atau
mbatan
adalah alat pengangkat brenong kepang bagi peraga yang bernama Gunareka. Begal ini dari pihak pengantin pria atau
kakung
. Alat ini terbuat dari bambu yang melambangkan seorang pria yang akan
berumah tangga harus dipertimbangkan terlebih dahulu, jangan sampai
merasa kecewa setelah pernikahan sehingga k etika seorang pria mencari
seorang calon isteri maka harus dipertimbangkan bibit, bobot, dan
bebetnya.
b. Pedang Wlira
adalah alat yang digunakan sebagai pemukul dengan ukuran panjang 1 meter, tebal 2
cm, dan lebar 4 cm. Terbuat dari kayu pohon pinang. Pedang Wlira
dibawa oleh Rekaguna dari pihak pengantin wanita yang menggambarkan
seorang pria yang bertanggungjawab, berani menghadapi segala sesuatu
yang menyangkut keselamatan
keluarga dari ancaman bahaya.
c. Brenong Kepang
adalah barang – barang yang dibawa oleh Gunareka utusan dari keluarga mempelai pria berupa alat – alat dapur meliputi :
- · Ian merupakan alat untuk angi nasi terbuat dari anyaman bambu yang menggambarkan bumi tempat kita berpijak.
- · Ilir merupakan kipas yang terbuat dari anyaman bambu
melambangkan seseorang yang sudah berkeluarga agar dapat membedakan
perbuatan baik dan buruk sehingga dapat mengambil keputusan yang bijak
saat sudah berumah tangga.
- · Cething adalah alat yang digunakan untuk tempat nasi
terbuat dari bambu. Maksudnya bahwa manusia hidup di masyarakat tidak
boleh semunya sendiri tanpa mempedulikan orang lain dan
lingkunganya.Manusia adalah mahluk sosial yang butuh orang lain
- · Kukusan adalah alat untuk menank nasi yang terbuat dari
anyaman bamboo berbentuk kerucut yang mempunyai arti kiasan bahwa
seseorang yang sudah berumah tangga harus berjuang untuk menckupi
kebutuhan hidup semaksimal mungkin.
- · Centhong adalah alat untuk mengambil nasi pada saat
nasi diangi, yang terbuat dari kayu atau hasil tempurung kelapa.
Maksudnya seorang yang sudah berumah tangga mampu mengoreksi diri
sendiri atau introspeksi sehingga ketika mendapatkan perselisihan
antara kedua belah pihak (suami dan istri) dapat terselesaikan dengan
baik. Selalu mengadakan musyawarah yang mufakat sehingga terwujudlah
keluarga yang sejahtera, bahagia lahir dan batin.
- · Irus adalah alat untuk mengambil dan mengaduk sayur
yang terbuat dari kayu atau tempurung kelapa. Maksudnya ialah sesorang
yang sudah berumah tangga hendaknya tidak tergiur atau tergoda dengan
pria atau wanita lain yang dapat mengakibatkan retaknya hubungan rumah
tangga.
- · Siwur adalah alat untuk mengambil air terbuat dari
tempurung kelapa yang masih utuh dengan melubangi di bagian atas dan
diberi tangkai. Siwur merupakan kerata basa yaitu, asihe aja diawur – awur.
Artinya, orang yang sudah berumah tangga harus dapat mengendalikan
hawa nafsu, jangan suka menabur benih kasih saying kepada orang lain.
- · Saringan ampas atau kalo adalah alat untuk menyaring ampas terbuat dari anyaman bambu yang memiliki arti bahwa setiap ada berita yang datang harus disaring atau harus hati – hati.
- · Wangkring yaitu pikulan dari bambu. Filsafatnya adalah
di dalam menjalani hidup ini berat ringan, senang susah hendaklah
dipikul bersama antara suami dan istri.